IMPLEMENTASI SUPERIOR CUSTOMER VALUE DALAM PERSAINGAN OBYEK WISATA

Rusdan Rusdan

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah mengisi research gap tersebut dengan harapan berkontribusi pada perkembangan model perilaku konsumen yang merupakan bagian dari materi perkuliahan Perilaku Konsumen dalam bidang kajian Manajemen Pemasaran.

    Metode penelitian yang digunakan  adalah metode deskriptif dengan pendekatan sampel survey pada sebagian populasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wisatawan yang pernah berkunjung ke salah satu obyek wisata alam (Botanic Garden dan Pasar Pancingan) . Terdapat 50 orang pada masing-masing lokasi yang ditetapkan secara accidental. Pendekatan analisis yang digunakan adalah Model Matriks Konsumen

         Simpulan yang dapat ditarik adalah; (a) Pasar Pancingan berada pada jalur Timur dengan persepsi harga rendah (murah) dan PUV ( persepsi nilai guna ) yang tinggi, (b) Botanic Garden berada pada jalur Barat dengan persepsi harga lebih tinggi ( mahal ) dam persepsi PUV atau persepsi nilai guna rendah , (c) Posisi Pasar Pancingan dilihat dari persepsi harga maupun persepsi nilai guna memiliki posisi yang lebih baik dibandingkan dengan Botanic Garden, (d) Seluruh unsur-unsur pelayanan pada Pasar Pancingan dan Botanic Garden masih belum memberikan kinerja yang baik dan perlu mendapatkan perhatian serius untuk dikembangkan.

          Saran – saran diberikan diantaranya; (a) Pasar Pancingan sebaiknya menerapkan strategi meningkatkan PUV, yang mengarah pada pergeseran posisi Pasar Pancingan ke Timur Laut (posisi ideal) yang menunjukkan adanya keseimbangan antara PUV dengan Persepsi harga, (b) Pasar pancingan harus mempertahankan harga yang ada ( tidak perlu lagi menurunkan harga), karena persepsi harga saat ini sudah bagus dalam persepsi konsumen, (c) Pasar Pancingan harus benar-benar memperhatikan nilai guna pada masing-masing unsur pelayanan yang selama ini belum banyak memberikan nilai kepuasan kepada pengunjung, (d) Botanic Garden menerapkan strategi yang mengarah baik ke Utara maupun Timur, yakni meningkatkan PUV atau persepsi nilai guna sekaligus menaikkan persepsi harga, (e) Botanic Garden harus benar-benar memperhatikan nilai guna pada masing-masing unsur pelayanan yang selama ini belum banyak memberikan nilai kepuasan kepada pengunjung.

Kata Kunci

Superior Customer Value, Persaingan Obyek Wisata

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Hansen, Knud, Peter W. Heermann, Wolfgang Kartte, Hans-W. Micklitz, Wolfgang Pfletschinger, Franz Jurgen Sacker, Herbert Sauter, 2002, Undang-undang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat; PT. Katalis; Jakarta

Kotler, Philip, 2010, Manajemen Pemasaran, Jilid 1, Terjemahan, PT Indeks Kelompok Gramedia, Jakarta

Mahdi Kalbu, 2007, Analisis strategi Kompetetitf Operator CDMA Esia dengan Model matriks Konsumen, Jakarta

Mardiharto Tjokrowasito, 2008, Kebijakan Persaingan pada Industri Jasa Penerbangan Dilihat Dari Perspektif Perlindungan Konsumen Direktorat Hukum dan Hak Asasi Manusia, Bappenas, Jakarta

Rahman, dkk , 2011, Penciptaan superior customer value dalam persaingan merek

kartu telpon seluler di kota Mataram

Thomas Nugroho, 2005, Analisis matriks konsumen untuk menciptakan Competitive advantage bagi J.W. Marriott Hotel Surabaya, Universitas Petra, Surabaya

Tony Sitinjak, Darmadi Durianto, Sugiarto, dan Holy Icun Yunarto, 2004, Model Matriks Konsumen Untuk Menciptakan Superior Customer Value, Gramedia, Jakarta

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.